List

Pertama kali saya memplagiat karya tulis adalah saat dibangku SMA. 
Saat itu salah seorang guru menyiratkan bahwa jawaban ujian yang benar adalah apabila kata-katanya sama persis, dengan apa yang ada di buku. Sama persis disini tidak hanya kata-katanya, tetapi termasuk preposisi dan juga titik komanya.
Sehingga persiapan kami saat itu sebelum ujian adalah menghafal jawaban, bukan memahami persoalan.
Kenapa disebut plagiat? Ya, karena saat itu saya lupa (belum tahu) bahwa jawaban yang ditulis adalah karya seseorang yang saya hafal dan saya tuliskan ulang di lembar jawaban.
Seharusnya setelah menulis jawaban, saya sitasi nama pengarang buku itu, ya.
Kini saya sudah menjadi dosen. Perkara plagiarisme jadi musuh utama kami di dunia akademik. Kalau kami -sengaja atau tidak- ketahuan plagiat karya ilmiah, maka yang terkena dampak adalah institusi, berupa moratorium peningkatan JFA.
Kasus AFI jadi pengingat sekali bagi Saya. Jangankan plagiat di dunia akademik, di media sosial saja dimana orang banyak menyebutnya mimbar bebas beropini dan berekspresi, seseorang bisa mendapat hukuman sosial yang berpengaruh besar secara mental dan  psikologis di kehidupan sehari – hari jika melakukan plagiat.
Saya tahu hal ini jadi terasa berat bagi dik AFI, namun semoga dijadikan pembelajaran untuk ke depannya. 
Manusia memang diciptakan lemah, kemampuannya untuk belajarlah yang  membuatnya semakin kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  Posts

1 2 3 24
January 28th, 2014

You think water moves fast? You should see ice

In WordPress version 2.9, a new filter was added to make changing the string in the excerpt. Do not use both of these methods in the same WordPress installation. Use the one appropriate for your WordPress version.

June 16th, 2017

Mana yang Lebih Bahaya, Gula atau Rokok?

Selama ini kita semua sepakat bahwa rokok memang benda hisap yang mematikan.  Rokok bikin kita kanker, sulit bernafas, merusak otak […]

June 16th, 2017

Gaji Pekerja IT 2017

Sudah 4 tahun kurang lebih saya menjadi Dosen di Telkom University, dan setidaknya 1,5 tahun bekerja di direktorat SIstem Informasi […]

June 16th, 2017

Selamat Menunaikan Ibadah Shaum Gaes!

Tidak terasa Ramadhan kembali datang menjadi tamu agung di tahun ini. Marhaban ya ramadhan, marhaban yaa syahrul quran.  Bagi saya […]

June 16th, 2017

Game sebagai Kegiatan Adiktif ke-4

Pagi ini, sembari menemani si kecil bobo di rumah sakit saya membaca artikel Chicago Tribune yang berjudul “Are Video Games […]

June 16th, 2017

Plagiarisme 2017

Pertama kali saya memplagiat karya tulis adalah saat dibangku SMA.  Saat itu salah seorang guru menyiratkan bahwa jawaban ujian yang […]

June 16th, 2017

Mati, Hidup, Mati, Hidup lagi

Anakku lagi gak bisa tidur. Setelah netek dari uminya, dikira mata terpejam pertanda tidur. Setelah diletakkan ke kasur eh.. bangun […]

June 16th, 2017

Menulis Paper Itu…

Butuh waktu lama. Paradigma ini yang bikin saya sulit menyelesaikan sebuah paper. Di sisi lain, dosen punya tugas lain seperti […]

June 16th, 2017

Makna Meneliti dan Membuat Paper

Saatnya kau buka sebelah matamu. Pahamilah apa yang kini sedang terjadi. Dunia membutuhkanmu… Saat ini adalah era keterbukaan informasi. Tidak […]

June 16th, 2017

Workshop Webometric dan Smart Campus bersama Yayasan Pendidikan Telkom

Webometric -disingkat Webo- bisa dibilang pemeringkatan universitas-universitas di dunia berdasarkan evidence digital seperti website yang bisa dilacak di internet. Tak ketinggalan, […]

April 25th, 2017

10 Peneliti Terbaik Telkom University versi H-Index SCOPUS ~ April 2017

Hingga saat ini website pengindex karya ilmiah SCOPUS yang dimiliki oleh Elsevier diakui masih yang terbesar dan paling bergengsi dalam […]